Letak Astronomis, Geografis, Geologis Indonesia | 2015

Hallo teman-teman kali ini seperti biasa aku akan share artikel yang semoga bermanfaat bagi kalian. ^^  Postingan ini aku dapatkan dari beberapa sumber (daribeberapa blog). Oke langsung saja~

Posisi Indonesia terdiri atas letak astronomis, letak geografis dan letak geologis.

1. Letak Astronomis

Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari permukaan bumi secara horizontal, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia dilalui oleh garis equator, yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besarnya. Garis equator atau garis khatulistiwa terletak pada garis lintang 0o.
Pengaruh letak Astronomis Indonesia adalah ;
a) Wilayah Indonesia berada di zona iklim tropis
b) Wilayah Indonesia terbagi menjadi tiga daerah waktu yaitu ; Waktu   Indonesia bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT) yang disebabkan setiap pergeseran 15 garis bujur menyebabkan terjadinya perbedaan waktu satu jam.
Waktu Indonesia bagian Barat (WIB) :
a.    Pulau Sumatra
b.    Pulau Jawa
c.     Pulau Madura
d.    Kalimantan Barat
e.    Kalimantan Tengah
f.     dan pulau - pulau di sekitarnya

Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA) :
a.    Pulau Bali
b.    Nusa Tenggara Barat (NTB)
c.     Nusa Tenggara Timur (NTT)
d.    Kalimantan Timur
e.    Kalimantan Selatan
f.     Pulau Sulawesi
g.    dan pulau-pulau di sekitarnya

Waktu Indonesia bagian Timur (WIT) :
a.    Kepulauan Maluku
b.    Pulau Irian Jaya (Papua)
c.     dan pulau-pulau di sekitarnya

2. Letak geografis

Sumber: http://geografikelasx.blogspot.com/2012/04/macam-macam-letak.html

Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim musim dan perekonomian.

3. Letak Geologis

Sumber: http://www.inigis.org/213/geology-map-of-indonesia.html/

Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada di permukaan bumi. Secara geologis wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Adanya dua jalur pegunungan tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadinya gempa bumi.

Hubungan posisi geografis dengan perubahan musim di Indonesia:
1) Indonesia mendapat iklim Musim /muson ( terdapat dua musim yaitu hujan dikenal karena pergerakan angin musim barat dan kemarau dikenal karena pergerakan angin musim timur secara bergantian tiap 6 bulan sekali )
2) Kelembaban udara relatif tinggi
3) Curah hujan tinggi
4) Indonesia dilalui garis katulistiwa sehingga mendapat panas sepanjang tahun
5) Indonesia terdapat iklim laut

Angin Muson di Indonesia
     Angin adalah udara yang bergerak. Menurut Buys Ballot, angin bertiup dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum, di belahan bumi utara angin berbelok ke kanan sedangkan di belahan bumi selatan angin berbelok ke kiri.
Adanya letak geografis, menyebabkan terjadinya gerakan angin muson yang melalui Indonesia. Angin muson (musim) di Indonesia terjadi dalam dua periode yaitu :
1. Angin Musim (muson) Barat, terjadi antara bulan Oktober – April. Bertiupnya angin ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara di belahan bumi utara dan selatan. Pada saat itu utara musim dingin sehingga menyebabkan tekanan di utara lebih tinggi dari pada selatan, maka angin bertiup dari utara (Asia dan Samudera Pasifik) menuju Australia melewati Indonesia.
2. Angin Musim (muson) Timur, terjadi antara bulan April – Oktober. Bertiupnya angin ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara di belahan bumi selatan dan utara. Pada saat itu selatan musim dingin, sehingga menyebabkan tekanan di selatan lebih tinggi dari pada utara, maka angin bertiup dari selatan (Australia) menuju Asia melewati Indonesia.

Perubahan Musim di Indonesia
   Letak geografis Indonesia menyebabkan wilayah Indonesia memiliki iklim muson, yang berpengaruh terhadap perubahan musim di Indonesia. Perubahan musim di Indonesia terjadi dari musim hujan dan musim kemarau dengan fenomena alam, sebagai berikut :
1. Musim Hujan
    Musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan Oktober sampai April. Musim hujan di Indonensia disebabkan oleh hembusan Angin Muson Barat yang bertiup dari Benua Asia yang bertekanan maksimum ke Benua Australia yeng bertekanan minimum. Angin Muson Barat ini banyak membawa uap air, sehingga di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim hujan.
Menurut jenisnya tipe hujan terdiri dari tiga macam, yaitu sebagai berikut ini :
a. Hujan Zenithal atau Hujan Konveksi
   Hujan zenithal atau hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena udara permukaan yang naik akibat pemanasan Matahari menjadi lebih dingin dan mengembun kemudian turun menjadi hujan yang turun tegak lurus dan biasanya terjadi siang hari.
b. Hujan Orografis atau Hujan Pegunungan
    Hujan orografis adalah hujan yang terjadi di daerah lereng pegunungan.
c. Hujan Frontal/Hujan Silikon
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi karena pertemuan masa udara panas dengan masa udara dingin yang terangkat naik disertai angin berputar (siklon).
2. Musim Kemarau
Musim kemarau di Indonesia terjadi pada bulan April sampai Oktober. Musin kemarau disebabkan oleh hembusan angin muson timur yang bertiup dari Benua Australia yang bertekanan maksimum ke Benua Asia yang bertekanan minimum. Hembusan angin ini sedikit membawa uap air sehingga Indonesia mengalami musim kemarau.

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
     Wilayah Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman sumber daya hati baik yang terdapat di darat, laut maupun udara. Keanekaragaman flora dan fauna tersebut mendorong pada peneliti dan pecinta alam datang ke Indonesia untuk meneliti flora dan fauna.
1. Persebaran Flora (dunia tumbuhan) di Indonesia
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu tempat ada yang tumbuh secara alami dan ada juga yang dibudidayakan oleh manusia. Flora ataua dunia tumbuhan di berbagai tempat di dunia pasti berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :
a) Iklim
b) Jenis tanah
c) Relief atau tinggi rendah permukaan bumi
d) Biotik (pengaruh makhluk hidup/ manusia dan hewan ).
    Adanya faktor-faktor tesebut, Indonesia memeliki keaneka-ragaman jenis tumbuh-tumbuhan. Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar terutama suhu udara dan curah hujan. Daerah yang curah hujannya tinggi memiliki hutan yang lebat dan jenis tanaman lebih bervariasi, misalnya: di Pulau Sumatera dan Kalimantan
   Sedangkan daerah yang curah hujannya relatif kurang tidak memiliki hutan yang lebat seperti di Nusa Tenggara. Daerah ini banyak di tumbuhi semak belukar dengan padang rumput yang luas.
Suhu udara juga mempengaruhi tanaman yang dapat hidup di suatu tempat.
a.Klasifikasi iklim Junghuhn : zonasi (pembatasan wilayah) tumbuh- tumbuhan berdasar ketinggian tempat di Indonesia :
1) Daerah panas (0 – 650 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kelapa, padi, jagung, tebu, karet.
2) Daerah sedang ( 650 – 1500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kopi, tembakau, teh, sayuran.
3) Daerah sejuk ( 1500 – 2500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah teh, sayuran, kina, pinus.
4) Daerah dingin (di atas 2500 meter) tidak ada tanaman budidaya
b. Klasifikasi iklim Köppen Sistem ini dikembangkan oleh Wladimir Köppen, seorang ahli iklim Jerman, sekitar tahun 1884. Kemudian, seorang ahli iklim Jerman yang bernama Rudolf Geiger bekerjasama dengan Köppen untuk merubah sistem klasifikasi, sehingga sistem ini kadang-kadang disebut sebagai sistem klasifikasi Köppen–Geiger .
Sistem ini menggabungkan temperatur dan kelembaban rata-rata bulanan dan tahunan, dan kelembaban musiman.[2]
1) KELOMPOK A: Iklim tropis/megatermal
2) KELOMPOK B :Iklim kering (gersang dan semigersang)
3) KELOMPOK C :Iklim sedang/mesotermal
4) KELOMPOK D :Iklim benua/mikrotermal
5) KELOMPOK E : Iklim kutub

Jenis hutan
Berdasar pengaruh oleh iklim :
a.Hutan Musim, terdapat di daerah Indonesia yang memiliki suhu udara tinggi dan memiliki perbedaan kondisi tumbuhan di musim hujan dan musim kemarau. Pada musim kemarau pohonnya akan meranggas dan pada musim hujan akan tumbuh hijau kembali. Contoh hutan musim ialah hutan jati dan kapuk randu. Hutan musim banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
b.Hutan Hujan Tropis, terdapat di daerah yang curah hujannya tinggi. Indonesia beriklim tropis dan dilalui garis khatulistiwa sehingga Indonesia banyak memperoleh sinar matahari sepanjang tahun, curah hujan tinggi dan temperatur udara tinggi. Di Indonesia hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Ciri hujan tropis : pohonnya tinggi – tinggi dan heterogen, serta daunnya lebat
c.Sabana, terdapat di daerah yang curah hujannya sedikit. Sabana berupa padang rumput yang diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
d.Steppa, adalah padang rumput yang sangat luas. Stepa terdapat di daerah yang curah hujannya sangat sedikit atau rendah. Stepa terda- dapat di Nusa Tenggara Timur, baik untuk peternakan.
e.Hutan Bakau atau Mangrove, adalah hutan yang tumbuh di pantai yang berlumpur. Hutan bakau banyak terdapat di pantai Papua, Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Berdasarkan Jenis tumbuhan
a.hutan homogen ( satu jenis tumbuhan )
b.hutan heterogen ( beragam jenis tumbuhan )

Berdasarkan Fungsi
a.hutan lindung
b.hutan penyangga
c.hutan suaka
d.hutan produksi
e.hutan wisata

Persebaran Fauna (dunia hewan) di Indonesia
    Keanekaragaman dan perbedaan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam, gerakan hewan dan rintangan alam. Fauna atau dunia hewan di Indonesia digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan pengelompokan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Secara ringkas tiga kelompok fauna di Indonesia adalah sebagai berikut :
1) Fauna tipe Asiatis, menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makasar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti gajah, harimau, badak, beruang, orang utan,banteng
2) Fauna tipe Australis, menempati bagian timur Indonesia, meliputi Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kangguru, burung kasuari, cendrawasih, kakaktua.
3) Fauna Peralihan dan asli, terdapat di bagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kera, kuskus, babi rusa, anoa dan burung maleo.

Jenis Tanah & Pemanfaatannya di Indonesia
Tanah merupakan lapisan kulit bumi paling atas. Tanah terbentuk secara alami yaitu dari hasil pelapukan dan pengendapan batuan bahan-bahan organik. jenis di Indoesia ada yang subur dan ada juga yang tidak subur.

Susunan lapisan tanah
a) Lapisan tanah atas ( topsoil )
warna cokelat kehitaman, lebih gembur disebut tanah petanian
b) Lapisan tanah bawah (subsoil)
warna kemerah-merahan, lebih muda dan lebih padat disebut tanah cadas
c) Lapisan bahan induk ( regolith )
Warna kemerah-merahan atau kelabu keputihan, sukar ditembus oleh akar
d) Lapisan batuan induk ( bedrock) yang terletak pada lapisan paling bawah

Suatu tanah dikatakan subur apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Banyak mengandung unsur hara (zat yang dibutuhkan tanaman),
b. Cukup mengandung air,
c. Struktur tanahnya baik.

Jenis tanah yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Tanah Alluvial (tanah endapan)
Tanah Alluvial adalah tanah yang terbentuk dari hasil pengendapan lumpur sungai yang terdapat di dataran rendah. Tanah ini tergolong sangat subur dan baik untuk daerah pertanian padi.
2. Tanah Vulkanik (tanah gunung api)
Tanah vulkanik adalah tanah yang terbentuk dari hasil material letusan gunung api yang telah mengalami pelapukan. Tanah vulkanik merupakan tanah yang sangat subur karena banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Jenis tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung api.
3. Tanah Humus
Tanah humus dari pelapukan tumbuh-tumbuhan terutama di daerah hutan yang masih lebat, dan sifat tanah ini sangat subur.
4. Tanah Organosol (tanah gambut)
Tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari pengendapan bahan-bahan organik terutama pembusukan tumbuhan rawa-rawa. Tanahnya kurang subur. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah rawa-rawa Sumatera, Kalimantan dan Papua.
5. Tanah Podzolit
Tanah podzolit adalah tanah yang terbentuk di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan suhu udara rendah.Di Indonesia jenis tanah ini terdapat di daerah pegunungan. Tanah podzolit tergolong subur.
6. Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah yang terbentuk unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah telah hilang, larut oleh curah hujan yang tinggi. Tanahnya tidak subur, banyak terdapat di Kalimantan Barat, Lampung, dan Sulawesi Tenggara.
7. Tanah Pasir
Tanah pasir terbentuk dari pelapukan batuan beku dan batuan sedimen. Ciri tanah pasir ialah berkerikil dan butirannya kasar. Tanahnya tidak subur, sehingga kurang baik untuk pertanian.
8. Tanah Mediteran (tanah kapur)
Tanah mediteran adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur. Tanahnya tidak subur, akan tetapi cocok untuk tanaman jati. Jenis tanah ini terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Maluku.

Hubungan antara kondisi fisik dan kegiatan ekonomi Indonesia
1. Pemanfaatan lahan dataran pantai
tambak/payau, sawah pasang surut, industri garam, pelabuhan
2. Pemanfaatan lahan dataran rendah
Perkantoran, sawah irigasi, Perdagangan, Jasa, sawah tadah hujan, tanah tegal
3. Pemanfaatan lahan dataran tinggi

Perkebunan, hortikultura, peternakan, kehutanan

RANGKUMAN LETAK WILAYAH INDONESIA SECARA ASTRONOMIS, GEOGRAFIS, GEOLOGIS INDONESIA


Letak astronomis adalah letak suatu tempat dilihat dari posisi garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis imajiner yang membentang horisontal melingkari bumi sedangkan garis bujur merupakan garis imajiner yang melingkari bumi secara vertikal.
Garis Lintang dan Bujur dibagi menjadi dua yaitu Garis Lintang Utara dan Garis Lintang Selatan yang dibatasi oleh garis ekuator(khatulistiwa) dan Garis Bujur Barat dan dan Bujur Timur yang dibatasi oleh Greenwich Mean Time.

Letak Astronomis Indonesia adalah 6o LU (Lintang Utara) - 11o LS (Lintang Selatan) dan antara 95o BT (Bujur Timur) - 141o BT (Bujur Timur).

Jika dilihat dari posisi astronomis Indonesia terletak di kawasan iklim tropis dan berada di belahan timur bumi.

Indonesia berada di kawasan tropis, hal ini membuat Indonesia selalu disinari matahari sepanjang tahun. Di Indonesia hanya terjadi dua kali pergantian musim dalam setahun yaitu musim kemarau dan hujan. Negara-negara yang memiliki iklim tropis pada umumnya dilimpahi alam yang luar biasa. Curah hujan tinggi akan membuat tanah menjadi subur. Flora dan fauna juga sangat beraneka ragam.

Sedangkan pengaruh dari letak dilihat dari garis bujur, maka Indonesia memiliki perbedaan waktu yang dibagi menjadi tida daerah waktu yaitu Indonesia bagian timur (WIT), Indonesia bagian tengah(WITA), dan Indonesia bagian barat(WIB).

Letak Geografis Indonesia
Letak geografis ditentukan berdasarkan posisi nyata dibanding posisi daerah lain. Indonesia terletak diantara Benua Asia dan Benua Australia, serta Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi Indonesia sangat setrategis dan penting dalam kaitannya dengan perekonomian. Indonesia berada persimpangan lalu lintas dunia.Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional. Meski untuk sementara waktu diacuhkan, kondisi geografis suatu negara sangat menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global. Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09).

Letak Geologis Indonesia
Letak geologis adalah letak suatu wilayah melihat keadaan geologinya. Berdasarkan keadaan geologinya, kepulauan di Indonesia dapat dikategorikan menjadi 3 daerah, yaitu :
1. Daerah dangkalan Sunda
2. Daerah dangkalan Sahul
3. Daerah antara dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul
Indonesia bagian barat merupakan bagian dari Benua Asia, Indonesia bagian timur merupakan bagian dari Benua Australia, sedangkan Indonesia bagian tengah merupakan peralihan yang disebut daerah Wallace. Dilihat dari segi jalur pegunungan yang ada, kepulauan Indonesia terletak di antara dua rangkaian pegunungan muda. Pegunungan di Indonesia bagian barat merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Sirkum Mediterania, sedangkan pegunungan Indonesia bagian timur merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik.
Akibat dari letak geologis Indonesia tersebut adalah:
1. Kepulauan Indonesia memiliki banyak gunung api yang aktif.
2. Laut di bagian Indonesia barat dan lndonesia timur dangkal, di Indonesia tengah lautnya dalam.
3. Indonesia menyimpan banyak barang tambang mineral
4. Wilayah Indonesta termasuk daerah yang labil dan sering mengalami gempa bumi tektonik dan vulkanik
5. Pegunungan di Indonesia merupakan rangkaian pegunungan muda Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik

Tags: Ilmu Pengetahuan Sosial, IPS, Astronomis, Geografis, Geologis, Indonesia, Wilayah Indonesia Berdasarkan Letak Astronomis, Geografis, Geologis beserta keuntungannya, LETAK ASTRONOMIS, GEOGRAFIS, GEOLOGIS INDONESIA, Posisi Indonesia terdiri atas letak astronomis, letak geografis dan letak geologis, Letak Astronomis Indonesia | Mengenal Indonesia, letak geografis indonesia, letak astronomis indonesia wikipedia, letak geologis indonesia, letak astronomis indonesia dan dampaknya, iklim indonesia, ips letak astronomis indonesia, dampak letak astronomis indonesia, jenis tumbuhan di indonesia, jenis tanah di indonesia, jenis hutan di indonesia, dll.

Sumber Isi Postingan:
http://frkecil12.blogspot.com/2013/01/posisi-indonesia-terdiri-atas.html
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2013/12/letak-astronomis-indonesia-posisi.html
http://www.sarsyifa.com/2012/12/wilayah-indonesia-berdasarkan-letak.html
Permintaan Tenaga Pengajar dan Peserta Diklat Latar Belakang Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan berdiri tahun ___. Pusdiklat KNPK merupakan penyelenggara diklat di bidang kekayaan Negara dan perimbangan keuangan. Pusdiklat KNPK memiliki dua user yang utama yaitu Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Sebagian besar program diklat yang diselenggarakan oleh Pusdiklat KNPK adalah untuk pegawai/pejabat dari DJKN dan DJPK. Akan tetapi Pusdiklat KNPK juga menyelenggarakan diklat-diklat untuk user dari unit Eselon I selain user utama jika dibutuhkan. Dalam setiap penyelenggaraan Diklat, unsur utama yang harus ada adalah tenaga pengajar dan peserta diklat. Tenaga Pengajar dan Peserta diklat tentu harus disesuaikan dengan program diklat yang telah dibuat oleh Pusdiklat KNPK. Proses bisnis awal dari penyelenggaraan diklat adalah dimulai dari proses permintaan tenaga pengajar dan peserta diklat. Prosedur tersebut sebenarnya merupakan dua proses yang tidak berhubungan satu sama lain dan kedua prosedur tersebut dijalankan terpisah dalam waktu yang berbeda. Akan tetapi Penulis menilai proses permintaan tenaga pengajar dan peserta diklat merupakan dua proses yang serupa. Permintaan tenaga pengajar dan peserta diklat merupakan hal yang krusial dalam penyelenggaraan diklat. Hal ini dikarenakan apabila terjadi masalah dengan proses awal ini, maka akan berpengaruh pada proses bisnis selanjutnya. Penulis memilih permintaan tenaga pengajar dan permintaan peserta diklat sebagai topik laporan magang orientasi pegawai baru karena menilai masih terdapat hal yang perlu untuk disempurnakan. Tahun 2013 jumlah program diklat yang diselenggarakan ada ___, Diklat dapat dibedakan menjadi diklat yang sumber dananya berasal dari DIPA KNPK dan DIPA USER. Dari kedua jenis diklat ini total 
peserta yang mengikuti adalah ___. Saat ini Pusdiklat KNPK memiliki widyaiswara sejumlah ___. Jika dibandingkan jumlah program diklat, mata pelajaran, dan jumlah peserta maka akan terlihat tidak sebanding. Di sinilah akan muncul tantangan tantangan bagi Pusdiklat KNPK dalam penyelenggaraan diklat. Pusdiklat KNPK harus menyediakan tenaga pengajar/dosen tambahan yang dapat berasal dari BPPK atau dari unit eselon lain sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Pusdiklat mengirimkan surat permintaan tenaga pengajar ke unit terkait untuk dapat meminta bantuan pengajar sesuai tiap diklat yang akan diselenggarakan. Balasan dari unit terkait berupa Surat Jawaban akan dijadikan rekomendasi tenaga pengajar yang tersedia untuk diklat yang akan diselenggarakan. Sama dengan permintaan pengajar, Pusdiklat harus mengirimkan surat permintaan untuk calon peserta diklat kepada unit-unit terkait. Kemudian berdasarkan surat jawaban, proses registrasi dan seleksi administrasi dapat dilaksanakan. Permasalahan muncul ketika surat jawaban tenaga pengajar dan surat jawaban calon peserta diklat tidak tepat waktu. Proses selanjutnya dari masing-masing proses bisnis ini akan tersendat dan akan memengaruhi standar mutu program tersebut dan dapat juga memengaruhi kalender diklat tahun tersebut. PEMBAHASAN Dalam setiap penyelenggaraan diklat, unsur utama yang harus ada adalah tenaga pengajar dan peserta diklat. Setiap Pusdiklat memiliki program diklat yang disusun dalam kalender diklat untuk satu tahun.

Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
23 Februari 2015 20.24 ×

kalo geografi emang agak rumit sob mending kimia atau matematika

Congrats bro SimBale | Download Software Gratis you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar