Cerpen | Hantu Di Rumah Tua


Istri Pak Yanto dan Kedua Anak Pak Yanto menjadi sangat sedih. Mereka pun segera pindah ke rumah Nenek mereka. Kata Warga desa, Arwah Pak Yanto sering bergetayangan di depan rumahku. Salah satu tetanggaku pernah melihat hantu itu ketika tetanggaku pulang dari tempat kerjanya, dia pun terkejut melihat hantu Pak Yanto sedang melukis. wajahnya sangat mengerikan, punggungnya pun mengeluarkan darah segar, dan pakaiannya yang di pakai sudah dipenuhi tetesan darah. Tetanggaku sangat ketakutan dan sempat berlari menuju ke rumahnya. Tetanggaku pun segera menceritakannya kepada seluruh warga di desa ini.
Sejak saat itu, banyak orang yang tak berani melihat rumah tua itu. Aku pun sangat penasaran dengan rumah tua itu. Bahkan, Aku pun sempat mengajak teman temanku untuk menyelidiki rumah tua itu. Namun sayang, banyak temanku tidak setuju.
“Emang kamu tidak takut dengan hantu itu?” tanya lily keheranan.
“Sebenarnya, sih, aku takut. tapi, aku pun penasaran dengan rumah tua itu. jadi, aku ingin mengajak kalian untuk menyelidiki rumah tua itu, “jawabku.
“Tapi, kan, Rumah tua itu sangat angker” ujar Winda ketakutan.
“Kalau kalian tidak mau, iya sudah. aku akan menyelidiki rumah tua itu sendiri” ujarku sambil berlalu pergi.
“Iya, sudah deh. kami ikut” kata Rina.
Mereka tak tega melihatku menyelidiki rumah tua itu sendiri. Aku pun terseyum manis.
Malam harinya, Aku dan teman temanku segera pergi menuju rumah tua itu. Sampai di rumah tua itu, kami pun segera membuka pagar kayu yang sudah rusak. Halaman rumahnya pun sudah kotor. Kami pun segera membuka pintu rumah tua itu, lalu kami pun segera masuk ke dalam rumah tua itu. Di dalam ruangan rumah itu yang sepi dan gelap, kami pun terkejut melihat sesosok hantu muncul di hadapan kami. Kami pun sangat ketakutan.
“AAAAAAAAAAAAAAAA!” teriak kami.
Kami pun segera berlari. namun, kami pun malah sudah berada sebuah ruangan yang sangat gelap. Tiba tiba, Kami pun terkejut melihat sebuah kursi kayu terjatuh sendiri. Kami pun semakin ketakutan. hampir saja kami jatuh pingsan. Tiba tiba, kami pun melihat sebuah lukisan buatan Pak Yanto. Namun, lukisan Pak Yanto belum selesai. Kami pun segera mengambil lukisan itu.
“JANGAN AMBIL LUKISANKU!”
tiba tiba, kami pun terkejut mendengar suara teriakan. Kami pun segera menaruh kembali lukisan itu. Lalu kami pun segera keluar dari ruangan itu. ketika kami melewati sebuah kamar Pak Yanto, tiba tiba kami pun melihat hantu Pak Yanto yang sedang menangis di kamarnya. Wajah kami pun sangat pucat dan buluk kuduk kami pun terus merinding. Kami pun segera berlari. Tiba tiba, kepala kami mengenai sebuah benda jatuh. Kami pun terjatuh. kepala kami pun terasa pusing dan akhirnya kami pun pingsan.
Ketika kami siuman, kami pun sudah berada di rumahku. Ibu dan Ayah melihat kami sudah sadar.
“Syukurlah, kalian sudah siuman” kata Ayah dan Ibu lega.
“Yah, Ma, kenapa kami bisa berada di sini?” tanyaku heran.
“Tadi, tetangga kita melihat kalian pingsan. jadi, tetangga kita membawa kalian ke sini” jawab Ayah.
Kami pun mengangguk tanda mengerti. Sejak saat itu, kami pun tidak berani datang ke rumah tua itu.
The End
Cerpen Karangan: Zalika Melati
Facebook: Zalika Melati

Previous
Next Post »